penyebab lainnya itu juga terletak pada guru karena guru
kurang bisa menjelaskan materi yang diajarkan. Di samping itu, guru kurang
memberikan contoh-contoh konkrit tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan
sekitar dan sering dijumpai siswa. Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha untuk
mengoptimalkan pembelajaran kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan
metode yang tepat. Itulah salah satu kendala yang dihadapi oleh guru.
Berkaitan
dengan belajar dan pembelajaran kimia yang ada pada saat ini, permasalahan yang
dihadapi oleh guru dikelompokkan menjadi dua yaitu permasalahan umum dan
permasalahan khusus.
1. Permasalahan
Umum
Permasalahan
umum merupakan permasalahan yang sering ditemukan oleh setiap guru dalam
melaksanakan proses belajar mengajar. Adapun yang termasuk permasalahan umum
dalam mengajarkan IPA/KIMIA antara lain:
a.
Menyiapkan Bahan Pelajaran
Guru
harus memikirkan bahan-bahan yang topiknya tertera dalam silabi berkaitan
dengan kebutuhan anak didik pada usia dan dalam lingkungan tertentu. Minat anak
didik akan bangkit bila suatu bahan diajarkan sesuai dengan kebutuhan anak
didik. Berkenaan dengan persiapan bahan ajar ini, secara umum masalah yang
dimaksud meliputi cara penentuan jenis materi, kedalaman, ruang lingkup, urutan
penyajian, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran.
Masalah lain yang berkenaan dengan bahan ajar adalah memilih sumber di mana
bahan ajar itu didapatkan. Ada kecenderungan sumber bahan ajar dititikberatkan
pada buku.Padahal banyak sumber bahan ajar selain buku yang dapat
digunakan.Buku pun tidak harus satu macam dan tidak harus sering berganti
seperti terjadi selama ini.Berbagai buku dapat dipilih sebagai sumber bahan
ajar. Termasuk masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar
adalah guru memberikan bahan ajar atau materi pembelajaran terlalu luas atau
terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang
tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi
yang ingin dicapai oleh siswa.
Sehubungan dengan itu, perlu disusun rambu-rambu pemilihan dan pemanfaatan
bahan ajar untuk membantu guru agar mampu memilih materi pembelajaran atau
bahan ajar dan memanfaatkannya dengan tepat.Rambu-rambu dimaksud antara lain
berisikan konsep dan prinsip pemilihan materi pembelajaran, penentuan cakupan,
urutan, kriteria dan langkah-langkah pemilihan, perlakuan/pemanfaatan, serta
sumber materi pembelajaran.
b. Metode
Mengajar
Dalam
kegiatan belajar mengajar, guru tidak harus terpaku dengan menggunakan satu
metode, tetapi guru sebaiknya menggunakan metode yang bervariasi agar jalannya
pengajaran tidak membosankan tetapi menarik perhatian anak didik.Solusi dari
permasalahan ini yaitu guru hendaknya lebih selektif terhadap penggunaan metode
pembelajaran.
c.
Kegiatan Mengajar
Guru
sebaiknya memperhatikan perbedaan individual anak didik, yaitu pada aspek
biologis, intelektual dan psikologis. Kerangka berfikir demikian dimaksudkan
agar guru mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap anak didik secara
individual.Setiap siswa didalam kelas memiliki karakter yang berbeda-beda pada
setiap individunya. Banyaknya perbedaan ini tentunya akan berpengaruh terhadap
kondisi siswa dalam belajar. Salah satu usaha agar pembelajaran tercapai dari
permasalahan ini adalah dengan pembentukan kelompok-kelompok belajar didalam
kelas. Hal ini bertujuan supaya tiap individu di dalam kelas menjadi subjek
utama dan dapat saling berinteraksi dengan semua individu sehingga merasa
belajar lebih nyaman.
2. Permasalahan
Khusus
Permasalahan
khusus dalam mengajarkan IPA atau materi Kimia adalah permasalahan-permasalahan
yang timbul saat mengajarkan IPA/KIMIA tetapi tidak semua guru mengalami
kesulitan tersebut.Adapun permasahan khusus dalam mengajarkan IPA/KIMIA adalah
sebagai berikut.
a.
Guru tidak siap mengajar
Dalam
hal ini berarti, guru kurang memahami konsep materi yang diajarkan.Sebelum
mengajar, guru sebaiknya menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan untuk
mengajar, mempersiapkan materi pelajaran dengan baik untuk diajarkan kepada
siswa. Kesiapan guru dalam mengajar diperlukan agar siswa memperoleh materi
dari guru secara runtut, dengan demikian siswa akan mudah menerima materi dari
guru dan mempelajarinya.
b. Guru
kesulitan dalam membangkitkan minat belajar siswa.
Solusi
dalam mengatasi masalah ini yaitu berawal dari minat guru sendiri. Guru harus
mampu membuat ide-ide kreatif yang menarik sehingga siswa menjadi tertarik dan
minat belajarnya meningkat kemampuan dan keterbatasan guru/ sekolah dalam
memberikan teori disebabkan alat-alat untuk mengadakan percobaan tidak lengkap.
c.
Sarana dan prasarana yang mendukung terciptanya suasana yang kondusif di dalam
belajar akan mempengaruhi proses belajar siswa.
Prasarana
pembelajaran meliputi sarana olahraga, gedung sekolah ruang belajar, tempat
ibadah, ruang kesenian, dan peralatan olahraga. Sarana pembelajaran meliputi
buku pelajaran, buku bacaan, alat dan fasilitas laboratorium sekolah dan
berbagai media pengajaran yang lain. Lengkapnya sarana dan prasarana
pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik.
Hal
ini tidak berarti bahwa lengkapnya sarana dan prasarana menentukan jaminan
melakukan proses pembelajaran yang baik. Justru disinilah muncul bagaimana
mengolah sarana dan prasaranapembelajaran sehingga tersenggara proses belajar
yang berhasil dengan baik. Sarana tersebut terkadang kurang memadahi sehingga
kegiatan belajar menjadi terganggu.Dalam hal ini perlu ada suatu perbaikan
prasarana tersebut sehingga kegiatan belajar menjadi kondusif, selain itu guru
harus lebih kreatif bila sarana tersebut belum terbenahi agar siswa tetap dapat
berkonsentrasi.
d. Kurang
optimal dalam penerapan metode
Guru
harus tepat memilih metode pembelajaran yang digunakan dalam mengajar. Hal ini
dapat dikaji dari karakteristik siswa dalam kelas dan karakteristik metode
pembelajaran yang digunakan.selain itu, didalam pembelajaran IPA/KIMIA, guru
juga lebih baik jika mengaitkan konsep dengan lingkungan sekitar. Siswa akan
belajar denan baik jika apa yang dipelajari terkait dengan apa yang tekah
diketahui dan dengan kegiatan yang atau peristiwa yang akan terjadi di
sekelilingnya. Pembelajaran ini menekankan pada daya pikir yang tinggi,
transfer ilmu pengetahuan, mengumpulkan dan menganalisis data, memecahkan
masalah-masalah tertentu baik secara individu maupun kelompok.
Dari permasalahan diatas merupakan pengalaman yang pernah saya rasakan pada saya duduk dibangku SMA. Dimana yang dapat saya amati pada pengajaran yang dilakukan oleh guru saya ialah kurang optimal dalam penerapan metode.
D. Cara
Mengatasi
Mengatasi
permasalahan umum tersebut yaitu dengan membuat RPP. Karena RPP ini merupakan
rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP
dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik
dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar. Dimana didalamnya terdiri dari fase
pendahuluan, kegiatan inti dan fase penutup. Dimana pada kegiatan proses
pembelajaran itu dilakukan sesuai dengan model pembelajaran, metode, pendekatan
yang ada di RPP tersebut.